Kamis, 10 Juli 2014

Pengertian Makiyah dan Madaniyah



MAKIYYAH DAN MADANIYYAH

A.  Pengertian Makiyyah Dan Madaniyyah
Para sarjana muslim mengemukakan empat persektif dalam mendefinisikan terminologi Makiyyah dan madaniyyah. Keempat persektif itu adalah : zaman An-nuzul, wakan An-nuzul, Mukhatab dan Maudu.
Dari persektif masa turun mereka mendefinisikan bahwa terminologi diatas sebagai berikut :
المكي : مانزل قبل الهجرة وأن كان بغير مكر.
والمدني : مانزل بعد الهجرة وان كان بغيرمدينة خمانزل بعد الهجرة ولو بمكة او عرفة مدني.
“Makiyyah ialah ayat-ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Mekkah. Madaniyyah ialah ayat yang diturunkan sesudah rasululluah hijrah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Madinah. Ayat-ayat yang turun sesudah peristiwa hijrah disebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah ataupun di Arafah.”
Dari perspektif objek pembicaraan, mereka mendefinisikan kedua terminologi diatas sebagai berikut :
المكي : ماكان خظابالأهل مكة. والمدني ماكان خطابالاهل المدينة
“Makiyyah adalah ayat-ayat yang menjadi kitab bagi orang-orang Mekkah sedangkan Madaniyyah ayat-ayat yang menjadi kitab bagi orang-orang Madinah”

B.  Cara-Cara Untuk Mengetahui Makkiyayyah Dan Madaniyyah
Dalam menetapkan ayat-ayat Al-Quran yang termasuk Makkiyyah dan Madaniyyah para sarjana muslim berpegang teguh pada dua perangkatpendekatan berikut :
a.    Pendekatan Transisi (Periwayatan)
Pendekatan ini merujuk pada riwayat-riwayat valid yang berasal dari para shahabat.
Dalam kitab Al-intisar, Abu Bakar bin Al-Baqilani lebih lanjit menjelaskan : “ pengetahuan makkiyyah dan madaniyyah hanya dapat dilacak pada otoritas shahabat dan tabi’in saja” informasi itu tak ada yang datang dari Rasulullah, karena memang umunya tentang itu bukan merupakan kerugian umat.
Dengan demikian otoritas para shahabat dan para tabi’in dalam mengetahui informasi kronologi Al-Quran dapat dilihat dari pernyataan mereka. Dalam salah satu riwayat Al-Bukhari ibnu Mas’ud, umpamanya berkata; “Demi Dzat yang tiada Tuhan selainnya tidak ada satu ayatpun dari kitab Allah yang turun kecuali aku tahu untuk siapa dan dimana diturunkan seandainya, aku tahu tempat orang yang lebih paham dariku tentang kitab Allah pasti aku akan menjumpainya.”
b.    Pendekatan Analogi (Qiyas)
Ketika melakukan kategori kaum makkiyyah dan madaniyyah merekan bertolak dari spesifik dari kedua klasifikasi bila dalam surat makkiyyah memiliki ciri-ciri khusus. Madaniyyah, ayat ini termasuk kategoti madaniyyah.
Ciri-ciri spesifik makkiyyah dan madaniyyah
1.    Makkiyyah
a.    didalamnya terdapat ayat sajdah
b.    ayat-ayat dimulai dengan kata kalla
c.    dimulai dengan    ياايها الناس , kecuali dalam surat Al-Haj karena dipenghujungnya terdapat ayat  yang dimulai dengan ungkapan يااهناالذين
d.   ayat-ayat mengandung tema kisah para Nabi dan umat-umat pendahulu.
e.    Ayat-ayat berbicara tentang kisah Nabi Adam dan iblis kecuali surat Al-Baqarah
f.     Ayat-ayat dimulai dengan huruf-huruf  terpotong-potong (huruf At-tahajji) seperti Alif lam mim
2.    Madaniyyah
a.       mengandung ketentuan faraidh dan hadd
b.      mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum, munafik kecuali surat Al-Ankabut
c.       mengandung uraian tentang pendekatan dengn ahli kitab.
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar